IAIN SALATIGA

Salatiga (Pendis)- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga dan Keduataan Besar Arab Saudi untuk Indonesia melakukan sharing tentang perkembangan peran perempuan. Masing-masing pihak memaparkan sejumlah capaian peran perempuan dipublik. Baik perkembangan peran peremuan di negara Arab maupun beberapa program yang mendukung peran perempuan di IAIN Salatiga

Dalam paparan yang disampaikan Kepala Pusat Studi Gender dan Anak IAIN Salatiga, Dr. Muna Erawati, M.Si, pemberdayaan perempuan di Indonesia sejatinya dapat dicontohkan atas perjuangan dan peran para tokoh pemimpin perempuan seperti RA Kartini pada masa sebelum kemerdekaan hingga saat ini seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani,   “Pemberdayaan perempuan di Indonesia dapat disimbolkan dengan beberapa tokoh seperti RA. Kartini, Sri Mulyani, Tri Rismaharini, Susi Susanti, hingga Anggun C. Sasmi,” katanya, Selasa, (23/11).

Mereka itu, lanjut Muna, tokoh-tokoh tersebut mampu memberikan kontribusinya sesuai bidang yang ia geluti. Selain itu, dalam bidang keagamaan juga ada ulama perempuan yang juga mengambil peran yang besar dan strategis di Indonesia, “Kita di Indonesia mengenal nama-nama besar seperti Rahmah El-Yunussiyyah, Nyai Hj. Nur Chodijah, dan Prof. Dr. Hj. Zakiah Darajat,” urai Muna menjelaskan.

Kepala Studi Gender IAIN Salatiga juga menjelaskan bahwa, para perempuan Indonesia juga telah berkarir di banyak bidang tetapi di tengah kebebasan berkarir tersebut tentu masih ada beberap tantangan yang masih harus menjadi perhatian bersama, “Tak bisa dipungkiri, di tengah kita masih banyak tantangan dalam pemberdayaan perempuan” tukasnya.

Sedangkan dalam paparannya, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, H.E. Abdullah Aldhaheri meyampaikan apresiasi atas adanya hubungan baik antara IAIN Salatiga dan Kedutaan Besar Arab Saudi. “Saya berharap seminar yang digelar hari ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan,” kata Dubes mengawali pembicaraan via webinar.

Aldhaheri melanjutkan, ia menilai bahwa kuatnya hubungan bilateral antara Arab Saudi dan Indonesia, termasuk IAIN Salatiga akan menjadi pintu pembuka kerja sama di masa yang akan datang. Terkait dengan peran perempuan di Arab Saudi, Dubes Arab Saudi untuk Indonesia mengatakan bahwa perempuan di Arab Saudi dibebaskan berkarir dan berkontribusi pada masyarakat, “Peran perempuan di Arab Saudi semakin berkembang dari masa ke masa. Perempuan banyak menyumbang pemikiran dalam berbagai bidang, mulai dari keuangan hingga bidang diplomasi,” papar Dubes

Bahkan, lanjutnya lagi, sudah banyak pula perempuan  di Saudi sana yang berkarir mulai dari  pilot, bahkan anggota milliter. Peran-peran tersebut telah menutup jurang antara peran laki-laki dan perempuan yang ada di Arab Saudi dalam rangka terus berupaya meningkatkan dan menyuarakan kesetaraan gender dinegaranya.

Senada General Woman’s Union Arab Saudi, Anoud Aseri menjelaksan bahwa terus menjadi visi dan akan memberikan kesempatan perempuan untuk berperan dalam kemajuan negara Arab Saudi, “Pemberdayaan perempuan terus dan selalu menjadi visi Arab Saudi, Pemerintah Arab Saudi juga mendukung penguatan peran perempuan. Sesuai dengan konstitusi Arab Saudi, kami akan terus memperjuangankan hak-hak perempuan dan menghapus diskriminasi atas perempuan,” terang Anoud.

Dia mencontohkan, beberapa kebijakan yang  telah diambil dalam mendukung peran pemerintah Arab Saudi dalam menyertarakan hak-hak perempuan, “Arab Saudi membuat berbagai kebijakan yang pro perempuan. Dengan adanya kebijakan tersebut, perempuan di Arab Saudi dapat berkarir di berbagai bidang seperti politik, sains, teknologi, peradilan, dan antariksa. Selain itu, perwakilan perempuan di DPR Arab Saudi mencapai 50 persen. Hal tersebut menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam mendukung hak-hak perempuan,” paparnya lagi.

Muna melanjutkan, bahwa Kepala Studi Gender IAIN Salatiga juga telah mengambil langkah-langkah dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan, “IAIN Salatiga berupaya untuk terus meningkatkan pemberdayaan perempuan, kami mulai dari mendirikan pusat studi gender dan anak, selain itu kami juga menerapkan berbagai peraturan dan kebijakan untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual, menyediakan fasilitas ramah anak dan perempuan, serta melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di dalam masyarakat,” terangnya.

Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan IAIN Salatiga, Dr. Drs. Juraidi dalam sambutan saat awal diskusi,  bahwasanya IAIN Salatiga adalah sebuah institusi pendidikan yang makin lama makin berkembang pesat. IAIN Salatiga memiliki mahasiswa sebanyak 15.579, “sekian banyak mahasiswa yang ada di sini dapat mempelajari berbagai disiplin ilmu yang disiapkan di lima fakultas yang ada. Kami juga membuka kelas untuk program magister dan doktoral,” jelasnya dihadapan peserta yang juga berasal dari Arab Saudi.