Jendela Penelitian

Tutorial Membuat Hand Sanitizer Herbal Dari Batang Kecombrang


Foto

Ketenangan jiwa adalah kekuatan bagi tubuh. Jiwa yang tentram dan hati yang bersih mampu memberi efek positif pada daya tahan tubuh manusia. Meski demikian, asupan makanan, minuman, vitamin dan juga kebersihan badan dan lingkungan tetap harus diperhatikan.

Terkait dengan Covid-19, upaya kebersihan diri dan lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan penyemprotan disinfektan. Penyemprotan ini seringkali dilakukan secara serampangan, mengabaikan efek samping yang mungkin bisa ditimbulkan dari cairan tersebut ketika menyentuh kulit. Bahkan, seringkali penyemprotan menggunakan dosis yang berlebihan, sehingga dapat menimbukan dampak buruk baik bagi manusia maupun lingkungan.

Berbeda dengan penggunaan sabun, meski memiliki fungsi sama namun sabun cenderung lebih adaptif pada kulit manusia. Jika dilihat dari bahannya, sabun sendiri ada yang terbuat dari bahan kimia dan ada pula dari bahan organik. Melalui artikel ini, saya akan berbagi terkait bagaimana cara pembuatan sabun organik dari tumbuhan kecombrang. Tentu, sabun dari bahan ini lebih hemat jika dibandingkan dengan cairan atau sabun antiseptik yang harganya kini kian melambung.

Kecombrang, kantan, atau honje (Etlingera elatior) adalah sejenis tumbuhan rempah family Zingiberaceae dan merupakan tumbuhan tahunan berbentuk terna yang bunga, buah, serta bijinya bisa dimanfaatkan sebagai sayuran. Kandungan kimia bunga kecombrang antara lain flavonoid, terpenoid, saponin, tannin, alkaloid, dan antraquinone. Saponin merupakan glukosida dengan karakteristik berbusa dan terdiri dari aglikon polycyclic yang melekat pada satu atau lebih rantai gula. Bagian aglycone, yang juga disebut sapogenin, adalah steroid (C27) atau triterpen (C30). Kemampuan memproduksi busa pada saponin disebabkan oleh kombinasi antara hidrofobik sapogenin dan hidrofilik dari gula.

Bahan dan Cara Pembuatan

Cara pembuatan yang akan saya sampaikan dalam artikiel ini merupakan cara membuat sabun cair dari batang kecombrang yang telah teruji melalui eksperiman riset yang telah saya lakukan sebelumnya. Jadi, jika pembaca yang budiman mencoba melakukan percobaan sendiri di rumah dengan telah mengikuti prosedur dan cara yang saya sampaikan, kok ndilalah, hasilnya bukan berupa sabun cair, maka harus dicermati kembali, jangan-jangan anda membuatnya tidak dengan sepenuh hati. heheu..

Dari hasil analisis di atas, produk sabun cair dari batang kecombrang mengasilkan 6 produk dan produk yang paling di sukai adalah produk nomor 1 dan 4. Karena, setelah pencucian sabun terasa kesat dan harum tidak berbuih. Sedang no 4 sabun terasa kesat, bau kurang harum dan masih menyisakan buih. Adapun manfaat lain, menurut penelitian Handrayani, Aryani, dan Indra bahwa formula sabun cair dari ekstrak kecombrang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococus Aureus. Semakin tinggi konsentrasinya, semakin besar kemampuannya dalam menghambat bakteri.

Kecombrang merupakan salah satu tanaman rempah dan obat yang memiliki potensi sebagai antioksidan dan antibakteri. Sri Sugati Syamsuhidayat dan Johnny Ria Hutapea, dalam bukunya Inventaris Tanaman Obat Indonesia Edisi, menyebutkan bahwa kecombrang bermanfaat sebagai penghilang bau badan dan bau mulut (Etlangera Elatior). Kecombrang dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan sabun antibakteri dengan memanfaatkan kandungan kimia di dalamnya, yaitu kandungan saponin sebagai antibakteri dan terpen sebagai aromaterapi.

Dengan demikian, pada dasarnya penggunaan sabun dari bahan dasar kecombrang terbukti memiliki banyak manfaat. Selain pembuatannya yang mudah, harganya juga lebih ekonomis, dan tentunya sabun kecombrang ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk mencegah dan meningkatkan daya tahan tubuh bagian luar dari serangan Virus Corona. (FYI, AA/Hik)

Oleh: Lianah

Diupload oleh : HIK (-) | Kategori: Jendela Penelitian | Tanggal: 04-05-2020 00:00