Berita Pendidikan Islam

Madrasah Mampu Sejajar dengan Lembaga Pendidikan Lainnya


Foto

Malang (Pendis) - Menorehkan prestasi bukanlah hal yang mudah. Butuh perjuangan dan pengorbanan yang diiringi do`a tulus. Pun yang dihadapi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Malang. Berkat manajemen kepemimpinan dan sentuhan kelembutan seorang ibu, ditambah komitmen dari tim tenaga pengajar yang solid dan saling bekerjasama untuk mencapai hasil terbaik, MAN 3 Malang mampu menorehkan berbagai prestasi gemilang lagi membanggakan di kancah nasional. Dari yang awalnya tidak pernah diperhitungkan di ajang lomba baik tingkat provinsi maupun nasional, sekarang MAN 3 Malang menjadi salah satu madrasah yang memiliki segudang prestasi.

Adalah Dr. Hj. Binti Maqsudah, M.Pd selaku kepala MAN 3 Malang yang melanjutkan estafet kepemimpinan sejak tahun 2014, dimana sebelumnya dipimpin Dr. Ahmad Hidayatullah pada periode tahun 2012-2014. Binti yang sebelumnya merupakan guru yang mengajar di MAN 3 Malang, selanjutnya menjadi Kepala MTsN 1 Malang, sehingga sudah sangat familiar dengan warga MAN 3 Malang.

Semua orang yang bertemu dan mengenal ibu ini merasa sangat dekat dan seperti sudah kenal lama, begitu supel dan humble, "Sosok bu binti bukan orang baru di lingkungan MAN 3 Malang ini, semua kenal dekat dengannya karena dulunya beliau adalah guru di MAN 3 Malang. Memang begitu lah beliau dengan segala perhatian dan kelembutannya sejak dulu ketika masaih menjadi guru, tak jarang dulu ada beberapa muridnya yang pernah dibayarkan tunggakan spp nya oleh beliau sebagai wali kelasnya, demikian kata salah seorang guru ketika kami tanyai tentang penilaiannya terhadap sosok kepala madrasah ini.

"Kami mencoba menjaring minat dan bakat anak-anak sejak awal mereka masuk menjadi siswa-siswi di di kelas X, ada seleksi terhadap minat dan bakat anak-anak, sehingga nantinya diharapkan dapat tersalurkan dengan baik dan diwadahi dengan baik juga. Kami juga menyelenggarakan kelas olimpiade yaitu kelas yang memang dipersiapkan untuk mengikuti perlombaan dan anak-anak yang masuk kelas olimpiade sudah melalui tes psikologi yang bertujuan melihat sejauh mana ketahanan siswa menghadapi gemblengan yang akan dihadapi nantinya," papar Binti.

Saat ini ada lebih kurang 33 ektra kurikuler yang aktif dan kami juga memberikan kebebasan kepada anak-anak, jika ada 20 anak yang memiliki minat yang sama dalam suatu bidang atau mata pelajaran (mapel), kami izinkan untuk membuat club baru bidang atau mapel, selanjutnya dicarikan guru pembimbingnya agar dapat bersama lebih mengeksplore bidang atau mapel tersebut. Ketika akan mengikuti lomba, kami mengadakan seleksi internal yang boleh anak-anak yang memenuhi kriteria persyaratan yang ada, jelas Binti di Malang, Sabtu (24/07).

Ada banyak prestasi yang telah diukir MAN 3 Malang sehimgga membuat madrasah ini semakin dilirik oleh para orang tua untuk mempercayakan pendidikan anaknya, madrasah yang dulunya tidak diperhitungkan menjadi lembaga pendidikan yang diminati tidak hanya oleh masyarakat Malang dan sekitarnya tetapi juga dari luar provinsi Jawa Timur.

Prestasi yang beberapa pekan lalu berhasil diraih adalah keberhasilan membawa pulang 8 buah mendali di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang diselengarakan di Pekan Baru. Raihan prestasi MAN 3 Malang di ajang bergengsi yang mayoritas pesertanya dari lembaga pendidikan umum merupakan pembuktian madrasah mampu disejajarkan dengan lembaga pendidikan lainnya. Disamping segudang prestasi akademi, lulusan MAN 3 Malang banyak yang lulus tes masuk universitas negeri di Indonesia dan banyak juga yang lulus seleksi beasiswa ke luar negeri.

Ketika ditanyakan motivasi apa yang selalu beliau berikan terhadap anak-anak didiknya sewaktu akan mengikti perlombaan, ibu tiga anak ini mengatakan bahwa ia selalu menyempatkan hadir dan mendampingi anak-anak untuk memberikan dukungan dan semangat kepada anak-anak ketika bertanding atau mengikuti lomba, selalu mengatakan kepada anak-anak untuk berusaha semaksimal mungkin dan tak lupa untuk berdoa. Selain itu juga, Ia selalu menekankan kepada anak-anak untuk minta do`a dan restu kepada orang tua masing-masing, karena ridho Allah SWT tergantung pada ridho orang tua.

Ada istilah yang tak asing lagi bagi kalangan madrasah yaitu DUIT ; D= Dedikasi yang tinggi terhadap tugas; U= Usaha yang maksimal, percayalah man jadda wajada ; I= Ikhlas dalam menjalankan tugas; dan T= Taqwa, yaitu tabah dan tawwakal menghadapi segala ujian dan tantangan, kami sangat berharap keempat hal ini menjadi motivasi yang kuat bagi anak-anak, para tenaga pengajar dan juga pegawai di lingkungan MAN 3 Malang, ujar Binti.

Menurut wanita kelahiran Nganjuk Keberhasilan madrasah menorehkan prestasi tidak lepas dari kerjasama antara siswa, guru dan orang tua. Siswa harus giat mempersiapkan diri untuk memberikan hasil yang terbaik bagi keluarga dan madrasah, orang tua berperan mensupport semua kebutuhan dan mendo`akan keberhasilan anaknya, pihak sekolah melalui para tenaga pengajar nya mendukung dan memfasilitasi kebutuhan siswa, misalnnya ketika siswa sibuk persiapan lomba dan ketinggalan pelajarannya, maka para guru harus siap membantu anak menyelesaikan semester pendeknya setelah selesai perlombaan.

"Bersyukur dan berterimakasih dengan tim tenaga pengajar yang kuat komitmennya, anak-anak yang giat mengejar prestasinya dan orang tua yang berperan aktif mendukung keberhasilan anak-anak," ucap Binti. Prestasi-prestasi yang telah mengharumkan nama MAN 3 Malang juga acapkali menjadi tempat penelitian dan studi banding, dari madrasah dan lembaga lain untuk melihat langsung sekaligus belajar mengambil hal yang dapat dipelajari di MAN 3 Malang. "Kami menerima siapapun yang bertamu dan bersilaturrahmi ke madrasah kami dengan tangan terbuka hati, artinya orang mau mengenal madrasah kami," pungkasnya. (hikmah/dod)

Diupload oleh : dod (-) | Kategori: Umum | Tanggal: 31-07-2017 00:00


Share dengan...